syifa memandang tak percaya saat melihat adiknya barusan pulang diantar oleh angga,apakah pak tejo tidak jadi menjemputnya tadi.ia ingin menghampiri mobil itu tapi ia mengurungkan niatnya saat adiknya keluar dari sana dengan tampang jengkel setelah itu mobil sport silver milik angga pergi.

Amanda memanyunkan bibirnya seraya berjalan melewati kakaknya dengan jengkel.

"Hei...kenapa kau melototiku seperti itu"

tungkas syifa saat amanda menaiki tangga,gadis itu berhenti dan memutar tubuhnya menghadap kakaknya lalu tersenyum paksa.



"Siapa suruh kakak menyuruh pria jelek itu mengantarku pulang"

ketus nya dan setelah itu ia kembali melanjutkan langkahnya sedangkan syifa hanya bisa mencerna perkataan adiknya,ia tidak pernah menyuruh angga lalu kenapa....

Apa jangan-jangan sekarang target baru angga adalah adiknya sendiri,oh tidak syifa tidak akan tinggal diam jika itu menyangkut adiknya,ia harus tanya ini pada angga besok.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Amanda melempar tasnya kebasing tempat lalu merebahkan tubuh nya dikasur king size didalam kamarya mata indah itu menatap langit-langit kamarnya dan entah apa yang ia pikirkan karna sekarang pipinya merona/blushing.

"Akhhhh!!!memalukan"

tungkasnya frustasi ia menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan lalu berusaha mengingat kejadian beberapa jam lalu.

Flash back on
"loe gk papa kan"

amanda melirik angga dengan tatapan death glare andalanya,bagaimana bisa pria itu menanyakan gk pp kan jelas"kepalnya terbentur.

"Kau itu mau membuatku mati ya!!"

Maki amanda dengan geram,kini ia mengembungkan pipinya lucu dengan tangan yang kapan saja siap meninju wajah tampan angga.

angga masih terdiam,pria ini sekarang tengah fokus pada wajah imut yang tengah memakinya sekarang,entah ada tarikan dari mana tapi tubuhnya seakan bergerak sedikit.amanda pun hanya bisa terdiam saat angga tiba" mempersempit jarak wajah antara mereka.

"A...a..apa yang kau lakukan"

amanda berujar gugup saat kini wajah itu semakin dekat dan tubuh atletis angga semakin condong kearah nya dan tentu amanda refleks memejamkan matanya,

angga baru saja sadar,ya tuhan apa yang barusaja ingin dia lakukan tapi ekspresi amanda sekarang lucu sekali dimata angga pria itu hanya diam lalu ia melihat sabuk pengaman ternyata tidak di pakai gadis ini.

"Hampir aja gue lepas kendali ck"

batin angga seraya memasangkan sabuk pengaman di tubuh amanda lalu ia tiup pelan kelopak mata gadis cantik itu dan kembali ke posisi awalnya.

Sontak ia membuka matanya ia melihat angga kini tengah fokus mengemudi lagi dengan tampang sok cool pikirnya

"Jangan salah paham tadi sabuk pengaman loe gk kepake jadi gue pasangin"

Dusta angga dan tentu saja amanda yang mendengarnya langsung blushing karna jelas sekali ia tadi memejamkan matanya seperti berharap angga menciumnya
flash back off.

Amanda kembali memperat menutup wajahnya yang kini mungkin sudah semerah tomat.

"Pria pervert"
______________________________________
Seperti biasa SMA atavia begitu ramai hari ini hari senin dan tentunya mereka semua benci hari dimana mereka harus berdiri berjam-jam dibawah teriknya matahari.

Angga masih terdiam di depan kelasnya mata nya menyorot amanda yang tengah tertawa bersama syifa disana.

"Hei"

angga menoleh dan mendapati ke 4 temanya dan ikut duduk disamping angga.

"gimana kemarin bro?rencana loe berhasil gk"

ari membuka pembicaraan dan ia melihat tatapan angga berubah dingin,bastian yang melihatnya hanya bisa menelan nafas kasar ia yakin angga kali ini gagal.

Ari tertawa renyah disana saat melihat bastian melihat angga dengan tatapan aneh,brayen dan arnold hanya bisa saling diam dan asik dengan para gadis yang melirik kearah mereka dengan senyuman jahil dan menggoda.

"loe gagal ya"

angga akhirnya menghela nafas lalu terdiam dengan mata sayu. "gue bakal buat dia jatuh cinta mulai detik ini"

tungkas angga dengan bersemangat,ari tersenyum samar,sebenarnya ia mengadakan taruhan ini semata"untuk kesenangan hanya saja ia ingin angga bisa berubah dan serius dengan seorang gadis bukan mempermainkan mereka lalu mencampakanya begitu saja dan ia yakin amandalah yang bisa merubah sahabatnya ini.

"Mending kita ke rooftop sekolah ngumpet dari pada ikut upacara bro"

hasut brayen,padahal diantara mereka ber 5 brayen lah yang berwajah polos tapi otaknya memang sangat picik wkwk...

Mereka mengangguk menyetujui usul licik dari brayen dan segera bergegas disana dan saat itu pula bell upacara berbunyi....

Panas...yah hari ini sangat panas para murid mengeluh.

Sedangkan amanda sudah memucat yah karna hari ini memang ia sedang sakit dan tentunya ia lupa sarapan pagi jadi sekarang penglihatanya perlaha mulai gelap.

rey ardiantara ketua osis yang selalu berkeliling untuk mengecek siswa/i yang sakit berhenti saat melihat gadis yang ia sukai sedikit oleng dan akhirnya terjatuh.

"Yaampun."

ia sangat khawatir tentu saja,dengan panik ia mengangkat tubuh itu seorang diri,ia menolak bantuan anggota osis yang ikut mengecek disana juga.

"gue anter dia ke UKS dulu kalian liat yang lain"

dengan terburu"ia berjalan dengan langkah cepat dengan amanda di gendonganya sedangkan para murid disana riuh apalagi para gadis karna rey tak pernah sepanik ini jika ada murid pingsan apa lagi sampai ingin menggendongnya.

"Amanda"

batin syifa saat melihat adiknya,ia ingin menyusul tapi ini sedang upacara dan tentu ia tidak boleh pergi,disaat upacara.
__________________________________
rey meletakan tubuh amanda di kasur disana.

Rey meletakan tanganya di kening gadis itu lalu menghela nafas khawatir "demam nya tinggi"

dengan cepat ia merogoh almamater organisasinya dan mengambil androidnya disana dan menelpon seseorang.

"Indri tolong kesini dan bawa air dingin untuk kompres"

"......."

"ya,terimakasih"

setelah itu ia mengakhirinya panggilannya sepihak.

Rey tadi melihat angga saat menggendong amanda menuju UKS apakah pria itu tidak upacara atau ia hanya berhalusinasi saja.

'lupakan,lagi pula dia tidak terlalu penting"(desis rey sedikit jengkel lalu kembali melihat amanda)
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Angga pov on.

Ada apa dengan gadis itu?kenapa ia tadi digendong ama sibangsat Rey.apa jangan"amand pingsan apa gue harus ngeliat dia ke UKS tapi skarang gue lagi bolos upacara bisa" gue dilaporin nanti.

"Melamun bae,udah selesai ketoiletnya"

seketika lamunan gue buyar barusan gue nyampe ke rooftop karna kebelet dan gue gak sadar

"Ah iya"

arnold dan bastian menyodorkan sebatang rokok kearah gue tapi gue nolak entah kenapa sekarang pikiran gue lagi khawatir mikiran kondisi cwek kaca mata tebel itu arghhhh...bisa gila gue padahal baru jadi target kemarin.

gue ngeliat mereka ngeroko sambil ketawa ketiwi ngomongin Cwek-Cwek entah siapa

"Akhh...kayaknya upacara udah selesai gue kebawah duluan yah"

tungkas gue terburu"gue hanya bisa melihat mereka mandang gue aneh tapi ari malah tersenyum aneh,lupakan,sebaiknya gue segera ke UKS.
Angga pov End.

<b> angga berjalan tergesa-gesa ia gila entah kenapa ia malah ke UKS khawatir????tapi kenapa,para siswi/a udah mulai ramai ada yg kekantin karna haus dan ada juga yang langsung masuk kelas dan duduk lesu disana atau mondar mandir,

Angga akhirnya sampai didpan pintu UKS tapi baru saja ia ingin ngebuka pintu tangan lain juga baru saja ingin meraih knop pintu itu.

"Eh,,,,angga??kok loe Di Sini??

Cerbung Cinta Suddenly love Bagian 3 dari 4





syifa memandang tak percaya saat melihat adiknya barusan pulang diantar oleh angga,apakah pak tejo tidak jadi menjemputnya tadi.ia ingin menghampiri mobil itu tapi ia mengurungkan niatnya saat adiknya keluar dari sana dengan tampang jengkel setelah itu mobil sport silver milik angga pergi.

Amanda memanyunkan bibirnya seraya berjalan melewati kakaknya dengan jengkel.

"Hei...kenapa kau melototiku seperti itu"

tungkas syifa saat amanda menaiki tangga,gadis itu berhenti dan memutar tubuhnya menghadap kakaknya lalu tersenyum paksa.



"Siapa suruh kakak menyuruh pria jelek itu mengantarku pulang"

ketus nya dan setelah itu ia kembali melanjutkan langkahnya sedangkan syifa hanya bisa mencerna perkataan adiknya,ia tidak pernah menyuruh angga lalu kenapa....

Apa jangan-jangan sekarang target baru angga adalah adiknya sendiri,oh tidak syifa tidak akan tinggal diam jika itu menyangkut adiknya,ia harus tanya ini pada angga besok.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Amanda melempar tasnya kebasing tempat lalu merebahkan tubuh nya dikasur king size didalam kamarya mata indah itu menatap langit-langit kamarnya dan entah apa yang ia pikirkan karna sekarang pipinya merona/blushing.

"Akhhhh!!!memalukan"

tungkasnya frustasi ia menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan lalu berusaha mengingat kejadian beberapa jam lalu.

Flash back on
"loe gk papa kan"

amanda melirik angga dengan tatapan death glare andalanya,bagaimana bisa pria itu menanyakan gk pp kan jelas"kepalnya terbentur.

"Kau itu mau membuatku mati ya!!"

Maki amanda dengan geram,kini ia mengembungkan pipinya lucu dengan tangan yang kapan saja siap meninju wajah tampan angga.

angga masih terdiam,pria ini sekarang tengah fokus pada wajah imut yang tengah memakinya sekarang,entah ada tarikan dari mana tapi tubuhnya seakan bergerak sedikit.amanda pun hanya bisa terdiam saat angga tiba" mempersempit jarak wajah antara mereka.

"A...a..apa yang kau lakukan"

amanda berujar gugup saat kini wajah itu semakin dekat dan tubuh atletis angga semakin condong kearah nya dan tentu amanda refleks memejamkan matanya,

angga baru saja sadar,ya tuhan apa yang barusaja ingin dia lakukan tapi ekspresi amanda sekarang lucu sekali dimata angga pria itu hanya diam lalu ia melihat sabuk pengaman ternyata tidak di pakai gadis ini.

"Hampir aja gue lepas kendali ck"

batin angga seraya memasangkan sabuk pengaman di tubuh amanda lalu ia tiup pelan kelopak mata gadis cantik itu dan kembali ke posisi awalnya.

Sontak ia membuka matanya ia melihat angga kini tengah fokus mengemudi lagi dengan tampang sok cool pikirnya

"Jangan salah paham tadi sabuk pengaman loe gk kepake jadi gue pasangin"

Dusta angga dan tentu saja amanda yang mendengarnya langsung blushing karna jelas sekali ia tadi memejamkan matanya seperti berharap angga menciumnya
flash back off.

Amanda kembali memperat menutup wajahnya yang kini mungkin sudah semerah tomat.

"Pria pervert"
______________________________________
Seperti biasa SMA atavia begitu ramai hari ini hari senin dan tentunya mereka semua benci hari dimana mereka harus berdiri berjam-jam dibawah teriknya matahari.

Angga masih terdiam di depan kelasnya mata nya menyorot amanda yang tengah tertawa bersama syifa disana.

"Hei"

angga menoleh dan mendapati ke 4 temanya dan ikut duduk disamping angga.

"gimana kemarin bro?rencana loe berhasil gk"

ari membuka pembicaraan dan ia melihat tatapan angga berubah dingin,bastian yang melihatnya hanya bisa menelan nafas kasar ia yakin angga kali ini gagal.

Ari tertawa renyah disana saat melihat bastian melihat angga dengan tatapan aneh,brayen dan arnold hanya bisa saling diam dan asik dengan para gadis yang melirik kearah mereka dengan senyuman jahil dan menggoda.

"loe gagal ya"

angga akhirnya menghela nafas lalu terdiam dengan mata sayu. "gue bakal buat dia jatuh cinta mulai detik ini"

tungkas angga dengan bersemangat,ari tersenyum samar,sebenarnya ia mengadakan taruhan ini semata"untuk kesenangan hanya saja ia ingin angga bisa berubah dan serius dengan seorang gadis bukan mempermainkan mereka lalu mencampakanya begitu saja dan ia yakin amandalah yang bisa merubah sahabatnya ini.

"Mending kita ke rooftop sekolah ngumpet dari pada ikut upacara bro"

hasut brayen,padahal diantara mereka ber 5 brayen lah yang berwajah polos tapi otaknya memang sangat picik wkwk...

Mereka mengangguk menyetujui usul licik dari brayen dan segera bergegas disana dan saat itu pula bell upacara berbunyi....

Panas...yah hari ini sangat panas para murid mengeluh.

Sedangkan amanda sudah memucat yah karna hari ini memang ia sedang sakit dan tentunya ia lupa sarapan pagi jadi sekarang penglihatanya perlaha mulai gelap.

rey ardiantara ketua osis yang selalu berkeliling untuk mengecek siswa/i yang sakit berhenti saat melihat gadis yang ia sukai sedikit oleng dan akhirnya terjatuh.

"Yaampun."

ia sangat khawatir tentu saja,dengan panik ia mengangkat tubuh itu seorang diri,ia menolak bantuan anggota osis yang ikut mengecek disana juga.

"gue anter dia ke UKS dulu kalian liat yang lain"

dengan terburu"ia berjalan dengan langkah cepat dengan amanda di gendonganya sedangkan para murid disana riuh apalagi para gadis karna rey tak pernah sepanik ini jika ada murid pingsan apa lagi sampai ingin menggendongnya.

"Amanda"

batin syifa saat melihat adiknya,ia ingin menyusul tapi ini sedang upacara dan tentu ia tidak boleh pergi,disaat upacara.
__________________________________
rey meletakan tubuh amanda di kasur disana.

Rey meletakan tanganya di kening gadis itu lalu menghela nafas khawatir "demam nya tinggi"

dengan cepat ia merogoh almamater organisasinya dan mengambil androidnya disana dan menelpon seseorang.

"Indri tolong kesini dan bawa air dingin untuk kompres"

"......."

"ya,terimakasih"

setelah itu ia mengakhirinya panggilannya sepihak.

Rey tadi melihat angga saat menggendong amanda menuju UKS apakah pria itu tidak upacara atau ia hanya berhalusinasi saja.

'lupakan,lagi pula dia tidak terlalu penting"(desis rey sedikit jengkel lalu kembali melihat amanda)
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Angga pov on.

Ada apa dengan gadis itu?kenapa ia tadi digendong ama sibangsat Rey.apa jangan"amand pingsan apa gue harus ngeliat dia ke UKS tapi skarang gue lagi bolos upacara bisa" gue dilaporin nanti.

"Melamun bae,udah selesai ketoiletnya"

seketika lamunan gue buyar barusan gue nyampe ke rooftop karna kebelet dan gue gak sadar

"Ah iya"

arnold dan bastian menyodorkan sebatang rokok kearah gue tapi gue nolak entah kenapa sekarang pikiran gue lagi khawatir mikiran kondisi cwek kaca mata tebel itu arghhhh...bisa gila gue padahal baru jadi target kemarin.

gue ngeliat mereka ngeroko sambil ketawa ketiwi ngomongin Cwek-Cwek entah siapa

"Akhh...kayaknya upacara udah selesai gue kebawah duluan yah"

tungkas gue terburu"gue hanya bisa melihat mereka mandang gue aneh tapi ari malah tersenyum aneh,lupakan,sebaiknya gue segera ke UKS.
Angga pov End.

<b> angga berjalan tergesa-gesa ia gila entah kenapa ia malah ke UKS khawatir????tapi kenapa,para siswi/a udah mulai ramai ada yg kekantin karna haus dan ada juga yang langsung masuk kelas dan duduk lesu disana atau mondar mandir,

Angga akhirnya sampai didpan pintu UKS tapi baru saja ia ingin ngebuka pintu tangan lain juga baru saja ingin meraih knop pintu itu.

"Eh,,,,angga??kok loe Di Sini??

No comments