Angga masih setia duduk disofa tanpa bergerak sedikit pun disana sedangkan matanya kian menelusuri setiap sudut diruangan itu,suasananya masih sama seperti biasanya.

Angga terdiam setengah jam disana sampai sebuah suara yang entah kenapa jika ia dengar membuat dirinya seakan ingin aktif beraktivitas sekarang.

"Dimana kakak yah"

angga terus mencari asal suara itu,ia beranjak dari sana dengan sorot mata yang sdikit lebih segar.

Dan ia melihat bidadari,eh bukan dia amanda angga cukup lama mengamati penampilan gadis manis berkacamata itu.

"Hei...imut banget"

seorang pria bertubuh kekar menghampiri amanda seraya berusaha menyentuh gadis itu,angga menggeram tak suka dari kejauhan dan dengan langkah lebar ia mendekati amanda.

"liat angga bas"

suara ari membuat bastian dan brayen berhenti minum lalu ikut melihat kearah ari menunjuk dengan bibir.

"Sebenernya apasih yang loe rencanain"

"gue cuman pengen dia sadar bahwa semua cwek itu gk semuanya sama dan gue pengen angga berubah"

ujar ari,brayen menghentakan jarinya digelas alkohol lalu tersenyum miring.

"gue rasa rencana loe mulai berefek deh,soalnya udah berapa hari ini gue perhatiin dia jarang deketin cwek"jalang dan lebih fokus ama tuh bocah"

tungkas brayen sedangkan bastian tersenyum remeh lalu meraih kedua bahu temanya.

"loe yakin,,angga bakal suka ama tu cwek"

ari mencebik tidak suka dengan pernyataan yang barusan di lontarkan ari dengan kasar ia menggeser tangan bastian dari bahunya. "Ckkk...play boy juga bisa luluh bas"

"gue setuju ri"

timpal brayen dan mau tak mau bastian hanya mengedikan bahu cuek.

Kembali ke angga..


Sedikit lagi tangan pria itu menyentuh amanda,angga menahanya lebih dulu lalu berdiri membelakangi amanda dengan senyum evil ia tunjukan pada pria yang ia rasa adalah salah satu anak geng yang ia ajak tawuran.

"Maaf bro,dia pacar gue,sentuh dikit otak loe gue pisahin dari tempurung kepala loe"

pria itu memandang benci lalu menghentak kasar tangan angga dan pergi sambil memaki kecil disana.

Setelah orang itu pergi,angga segera menarik amanda menjauh dari dalam sana dan mengajaknya ke tempat terbuka

"Ngapain kesini?"

amanda terdiam,gadis itu sedikit bingung sekarang,apakah syifa pergi bersama angga kesini,

"makasih"

angga tersenyum samar,ia kira gadis itu akan marah karna ia mngakui dirinya sebagai pacar tapi ternyata taqdir memang baik hari ini.

Angga mengabaikan ucapan terimakasih itu,dan kembali bertanya.

"Ngapain kesini"(ulang angga lagi)

"cari kak syifa"

"diudah pulang dianter arnold"

"oh..yaudah aku pulang"

ujar amnda lemah dan berusaha pergi dari sana tapi pergelanganya ditahan oleh angga.

"Kau masih sakit?"

pertanyaan penuh khawatir itu membuat amanda sedikit senang tapi lagi??memang angga tau jika ia sedang sakit lagi,alhasil amanda hanya mengangguk lemah .

"gue anter pulang"

"Eh..gk usah aku bawa mobil soalnya"(tolak amanda cepat)

"yaudah pake mobil loe"

"terus kau pulangnya pake apa"

"banyak gojek"

Angga menang dan amanda hanya bisa kembali menuruti permintaan play boy ini lagi.

"Oh ya dan satu lagi loe bisa gk ganti kosa kata dari aku-kau jadi loe-gue"

Sungguh sebenarnya angga agak risih setiap kali berbicara dengan gadis ini dengan sebutan seperti itu dan angga sedikit senang saat gadis itu kembali mengangguk.

"Yok...sekarang dimana mobil loe"

"didepan"
Hening,,,,,angga lebih fokus mengemudi karna ia tak ingin membuat gadis ini kembali mengalami,hal yang sama saat ia antar pulang,entah kenapa kini ia jadi sangat protektif akan diri amanda,tapi ia tak boleh lupa kalau ia taruhan dengan ari.

Angga menoleh sekilas untuk mengecek gadis itu.tidur.yah amanda tidur begitu lelap di samping nya dan untuk kedua kalinya gadis itu tidak memakai sabuk pengaman.

Perlahan angga berhenti hanya sekedar untuk memasang sabuk pengaman amanda.

"Ceroboh"

gumam angga lalu memakaikan sabuk itu.tapi ia malah kembali terpaku dengan wajah itu,sedetik kemudian ia geleng-geleng lalu kembali ke posisinya.

"Arghhhh...gue harus terbiasa"

ujar angga mntap lalu kembali melanjutkan mengemudinya.
*********----------------------------------*********
Arnold terdiam ia kini tengah duduk di sebuah kursi yg tak jauh dari clubbing,gadis bernama syifa itu terus muntah karna alkohol.dan setelah semua ia keluarkan kini gadis itu duduk berdkatan denganya dengan kondisi kacau.

"loe tau gk siapa cwok yang gue suka?"

arnold hanya menaikan alisnya bingung,yaampun lebih baik ia dikejar banci ketimbang mendengar ocehan wnita mabuk dan mungkin ia akan dicakar seperti di film itu pikirnya.

"Angga"

ujar arnold singkat,

"Bukan!!!

arnold berjengkit kaget saat syiga malah berteriak sambil memanyunkan bibirnya

"t.. t..terus"

"aku menyukai arnold bagaskara sahabat dari angga"

deg....
arnold terdiam apakah ini mimpi????
############################
angga sebentar lagi sampai dirumah amanda tapi ia terhenyal saat amanda sedikit meracau dan keringat terus turun dari pelipisnya.

"Keringat dingin,dan demamnya makin tinggi ya tuhann"

panik angga saat punggung tanganya menyentuh kening amanda dan terpaksa ia memutar arah mobil itu menuju rumah sakit tentunya.

"gue takut demamnya makin parah"

tbc.

Cerbung Cinta Suddenly love Season 2 Part 01

Angga masih setia duduk disofa tanpa bergerak sedikit pun disana sedangkan matanya kian menelusuri setiap sudut diruangan itu,suasananya masih sama seperti biasanya.

Angga terdiam setengah jam disana sampai sebuah suara yang entah kenapa jika ia dengar membuat dirinya seakan ingin aktif beraktivitas sekarang.

"Dimana kakak yah"

angga terus mencari asal suara itu,ia beranjak dari sana dengan sorot mata yang sdikit lebih segar.

Dan ia melihat bidadari,eh bukan dia amanda angga cukup lama mengamati penampilan gadis manis berkacamata itu.

"Hei...imut banget"

seorang pria bertubuh kekar menghampiri amanda seraya berusaha menyentuh gadis itu,angga menggeram tak suka dari kejauhan dan dengan langkah lebar ia mendekati amanda.

"liat angga bas"

suara ari membuat bastian dan brayen berhenti minum lalu ikut melihat kearah ari menunjuk dengan bibir.

"Sebenernya apasih yang loe rencanain"

"gue cuman pengen dia sadar bahwa semua cwek itu gk semuanya sama dan gue pengen angga berubah"

ujar ari,brayen menghentakan jarinya digelas alkohol lalu tersenyum miring.

"gue rasa rencana loe mulai berefek deh,soalnya udah berapa hari ini gue perhatiin dia jarang deketin cwek"jalang dan lebih fokus ama tuh bocah"

tungkas brayen sedangkan bastian tersenyum remeh lalu meraih kedua bahu temanya.

"loe yakin,,angga bakal suka ama tu cwek"

ari mencebik tidak suka dengan pernyataan yang barusan di lontarkan ari dengan kasar ia menggeser tangan bastian dari bahunya. "Ckkk...play boy juga bisa luluh bas"

"gue setuju ri"

timpal brayen dan mau tak mau bastian hanya mengedikan bahu cuek.

Kembali ke angga..


Sedikit lagi tangan pria itu menyentuh amanda,angga menahanya lebih dulu lalu berdiri membelakangi amanda dengan senyum evil ia tunjukan pada pria yang ia rasa adalah salah satu anak geng yang ia ajak tawuran.

"Maaf bro,dia pacar gue,sentuh dikit otak loe gue pisahin dari tempurung kepala loe"

pria itu memandang benci lalu menghentak kasar tangan angga dan pergi sambil memaki kecil disana.

Setelah orang itu pergi,angga segera menarik amanda menjauh dari dalam sana dan mengajaknya ke tempat terbuka

"Ngapain kesini?"

amanda terdiam,gadis itu sedikit bingung sekarang,apakah syifa pergi bersama angga kesini,

"makasih"

angga tersenyum samar,ia kira gadis itu akan marah karna ia mngakui dirinya sebagai pacar tapi ternyata taqdir memang baik hari ini.

Angga mengabaikan ucapan terimakasih itu,dan kembali bertanya.

"Ngapain kesini"(ulang angga lagi)

"cari kak syifa"

"diudah pulang dianter arnold"

"oh..yaudah aku pulang"

ujar amnda lemah dan berusaha pergi dari sana tapi pergelanganya ditahan oleh angga.

"Kau masih sakit?"

pertanyaan penuh khawatir itu membuat amanda sedikit senang tapi lagi??memang angga tau jika ia sedang sakit lagi,alhasil amanda hanya mengangguk lemah .

"gue anter pulang"

"Eh..gk usah aku bawa mobil soalnya"(tolak amanda cepat)

"yaudah pake mobil loe"

"terus kau pulangnya pake apa"

"banyak gojek"

Angga menang dan amanda hanya bisa kembali menuruti permintaan play boy ini lagi.

"Oh ya dan satu lagi loe bisa gk ganti kosa kata dari aku-kau jadi loe-gue"

Sungguh sebenarnya angga agak risih setiap kali berbicara dengan gadis ini dengan sebutan seperti itu dan angga sedikit senang saat gadis itu kembali mengangguk.

"Yok...sekarang dimana mobil loe"

"didepan"
Hening,,,,,angga lebih fokus mengemudi karna ia tak ingin membuat gadis ini kembali mengalami,hal yang sama saat ia antar pulang,entah kenapa kini ia jadi sangat protektif akan diri amanda,tapi ia tak boleh lupa kalau ia taruhan dengan ari.

Angga menoleh sekilas untuk mengecek gadis itu.tidur.yah amanda tidur begitu lelap di samping nya dan untuk kedua kalinya gadis itu tidak memakai sabuk pengaman.

Perlahan angga berhenti hanya sekedar untuk memasang sabuk pengaman amanda.

"Ceroboh"

gumam angga lalu memakaikan sabuk itu.tapi ia malah kembali terpaku dengan wajah itu,sedetik kemudian ia geleng-geleng lalu kembali ke posisinya.

"Arghhhh...gue harus terbiasa"

ujar angga mntap lalu kembali melanjutkan mengemudinya.
*********----------------------------------*********
Arnold terdiam ia kini tengah duduk di sebuah kursi yg tak jauh dari clubbing,gadis bernama syifa itu terus muntah karna alkohol.dan setelah semua ia keluarkan kini gadis itu duduk berdkatan denganya dengan kondisi kacau.

"loe tau gk siapa cwok yang gue suka?"

arnold hanya menaikan alisnya bingung,yaampun lebih baik ia dikejar banci ketimbang mendengar ocehan wnita mabuk dan mungkin ia akan dicakar seperti di film itu pikirnya.

"Angga"

ujar arnold singkat,

"Bukan!!!

arnold berjengkit kaget saat syiga malah berteriak sambil memanyunkan bibirnya

"t.. t..terus"

"aku menyukai arnold bagaskara sahabat dari angga"

deg....
arnold terdiam apakah ini mimpi????
############################
angga sebentar lagi sampai dirumah amanda tapi ia terhenyal saat amanda sedikit meracau dan keringat terus turun dari pelipisnya.

"Keringat dingin,dan demamnya makin tinggi ya tuhann"

panik angga saat punggung tanganya menyentuh kening amanda dan terpaksa ia memutar arah mobil itu menuju rumah sakit tentunya.

"gue takut demamnya makin parah"

tbc.

No comments