"Siapa Mr.Angry Hmm"

Aranda tersentak saat pergelangan tanganya ditahan oleh tangan kekak milik yunan,dengan gugup ia menoleh untuk melihat yunan yang kini tengah memandangya intens.

"K...kau sudah bangun"

ucap aranda kikuk sambil sambil Melihat kearah lain,yunan menautkan alisnya bingung lalu merubah posisinya menjadi duduk,dengan rambut acak"serta baju kerja masih terpkai sungguh seperti suami tak diurus tapi terkesan maskulin dan suaranya entah kenapa terdengar cukup sexy di telinga aranda

"Siapa mister angry,jawab aku"

Yunan menarik lembut tangan yangmasih genggam lalu merengkuh pinggang istrinya dengan mesra,aranda blushing yah karna untuk pertamakalinya yunan bersifat seperti ini padanya.manik elang yunan seakan tak mau lepas dari tatapan tak percaya istrinya,ia tersenyum samar lalu mengelus pipi aranda.

"Apakah Mr.Angry Itu aku?"

cerbung Cerbung Mr.Angry Part 02 karya Rahma
Cerbung Mr.Angry Part 02


tanya yunan sededuktif mungkin,istrinya mengangguk kecil lalu dengan pelan ia melepaskan rengkuhan itu dengan terpaksa,karna sekarang ia ingin kembali tidur karna 3 jam lagi ia akan meeting

"Baiklah aku harus istirahat lagi"

Aranda kembali diberi kekejutan biasanya pria ini akan marah sambil memandangnya sinis,sebenarnya mimpi apa ia semalam,baru saja ingin keluar kamar bermaksud untuk pindah tempat tidur aranda menarik dasi suaminya sambil menunduk.

"Ada apa?"

yunan melepaskan tangan itu dari dasinya yang longgar.

"Setidaknya mandilah dulu,aku akan menyiapkan air hangat di bathhub agar tubuhmu agak segar"

"Hmm..baiklah aku akan mandi dulu"

ujar yunan sambil tersenyum,andaikan aranda melihat senyuman itu pasti ia sudah meleleh tadi.

Selang beberpa menit....

Yunan merasa agak lama menunggu aranda dari luar kamar mandi menyiapkan air hangat.jadi dengan langkah lebar ia masuk kedalam sana

aranda sudah selesai menyiapkan air hangat,dengan cepat ia berniat memanggil yunan tapi.

Dukkk...byur...

tubuhnya terbentur oleh dada bidang yunan,kamar mandi licin dan ia tak bisa jaga keseimbangn sekarang sedangkan yunan berusaha menahan tubuh itu agar tak jatuh tapi tenaganya seakan hilang hari ini,alhasil keduanya jatuh di bathub dengan posisi aranda menindih tubuh yunan,otomatis tubuh mereka basah semua sekarang.

Mereka saling bertarap muka beberapa detik sampai akhirnya tawa itu lepas.

"hahahahaha"

gelak mereka bersamaan,yunan sudah berhenti tertawa tapi istrinya masih saja tertawa.

"Cantik"

gumam yunan,ia senang melihat aranda tertawa seharusnya dari dulu ia harus bersikap seperti ini pada aranda bukanya menyiksa wanita itu sekarang.

"Sampai kapan kau mau menindih suami mu ini hmm"

suara yunan membuat aranda sadar akan posisinya sekarang dengan mata membeliak ia berusaha bangkit dari atas sana

"Apa kau ingin mandi bersamaku"

sambung yunan,seketika kedua pipi aranda meronda dibuat yunan,dress putih wanita itu jadi transparan karna basah,aranda berdiri dari sana setelah keluar dari bathhub sedangkan yunan menelan salivanya kasar saat melihat postur tubuh istrinya begitu indah dihadapanya.

Yunan memalingka wajahnya kearah lain,aranda bisa melihat sedikir rona di wajah suaminya tadi.

"Keluarlah"

"apa kau marah"

yaampun,sepolos ini kah istrinya itu,kalau aranda terus berdiri dihadapanya dngan kondisi seperti itu bisa"yunan langsung menerjangnya pagi ini.

"tidak,pergilah dulu keluar aku ingin mandi sekarang"

"airnya"

"aku bisa menggantinya"

"tapi kau m..--

yunan memutar bola matanya malas lalu kembali mendelik kearah aranda dengan Frustasi.

"Keluarlah,atau Kulucuti kau didalam bathhub"

potong yunan cepat dengan tatapan sedikit menggoda,aranda merinding sketika langsung berlari kecil dari sana sambil membentak sebelum keluar.

"Dasar MR.Angry Pervert!!!"

yunan hanya mengedikan bahunya cuek dan segera melaksanakan ritual mandinya

••••••••••••••
Syifa tengah menyiapkan beberapa dokumen perusahaanya hari ini ia akan mengadakan Merge dengan perusahaan yang Memang sudah lama ia target.

"Dokumen apa saja yang belum aku siapkan?"

Syifa bersuara agak lantang disana,seorang pria paruh baya yang tengah duduk didalam kamarnya menghela nafas.

"Sebenarnya kenapa kau ingin mengambil sebagian urusan bisnis milik ayah,bukankah kau model"

"Ayah,aku hnya ingin belajar bisnis apa itu tidak boleh"

"boleh,hanya saja kenapa tiba"begini"

"smua hal tidak gampang diprediksi ayah"

akhir nya tn.farun terdiam,ia sebenarnya tak yakin bahwa syifa bisa menjalani bisnis ini,ia tau bahwa putrinya ini bukan ingin belajar,karna ia kenal sekali dengan Putrinya.

"terserahmu nak"

*********
Aranda sedang memasak sarapan untuk yunan,semoga saja makanan kali ini tak sia-sia,yunan tidur karna mungkin 30 menit lagi ia bangun untuk bersiap-siap.

Seorang Pria dengan Baju kemeja dan dasi,yang belum rapi turun dari tangga dengan tas kerja.

"Kok kau sudah bangun"

"lebih cepat lebih baik"

aranda baru masak dan yunan sudah bersiap-siap otomatis makananya akan di taro kulkas.

Yunan yang melihat ekspresi aranda menjadi muram langsung menghampirinya.

"Makanan itu taruh saja di tempat bekal,biar aku sarapan disana"

tungkas yunan,seketika aranda tersenyum senang dengan cepat ia menyiapkanya,agak terkikik melihat tingkah aranda setidaknya sikapnya yang sekarang bisa membuat hubungan ini kian membaik pikirnya lagi pula yunan tak punya alasan lagi untuk menjauhi aranda karna wanita itu memang tulus padanya.

Oh ya,dasi ia paling sulit memakai dasi,karna setiap kekantor dasi nya selalu saja sulit rapi.

Dengan nada sedikit malu yunan berdehem

"Ehem"

aranda menoleh keraha yunan,pria itu mengkode dengan mata agar aranda memakaikanya dasi tapi aranda tidak peka ia hanya melihat yunan sekilas lalu fokus kembali menata bekal.

"Astaga....istriku ini"

gumam yunan,dengan bersedekap ia menghampiri aranda dan memutar tubuh istriniya itu berhadapan denganya

aroma mint menyeruak di penciuman aranda,dalam.jarak sedekat ini yunan semakin tampan baginya.

"Pakaikan aku dasi"

tutur yunan,dengan kedua tangan yang bertumpu pada kedua belah sisi pinggang istrinya

Aranda mengangguk malu dengan perlahan ia memakaikan dasi yunan,sedangkan pria itu terus memperhatikan wajah aranda yang terlihat lucu ketika serius.

Sampai akhirnya selesai.yunan memberikan kecupan kecil di pipi Chubby istrinya.

"Y..yu..yunan"

tbc.

Cerbung Mr.Angry Part 02

"Siapa Mr.Angry Hmm"

Aranda tersentak saat pergelangan tanganya ditahan oleh tangan kekak milik yunan,dengan gugup ia menoleh untuk melihat yunan yang kini tengah memandangya intens.

"K...kau sudah bangun"

ucap aranda kikuk sambil sambil Melihat kearah lain,yunan menautkan alisnya bingung lalu merubah posisinya menjadi duduk,dengan rambut acak"serta baju kerja masih terpkai sungguh seperti suami tak diurus tapi terkesan maskulin dan suaranya entah kenapa terdengar cukup sexy di telinga aranda

"Siapa mister angry,jawab aku"

Yunan menarik lembut tangan yangmasih genggam lalu merengkuh pinggang istrinya dengan mesra,aranda blushing yah karna untuk pertamakalinya yunan bersifat seperti ini padanya.manik elang yunan seakan tak mau lepas dari tatapan tak percaya istrinya,ia tersenyum samar lalu mengelus pipi aranda.

"Apakah Mr.Angry Itu aku?"

cerbung Cerbung Mr.Angry Part 02 karya Rahma
Cerbung Mr.Angry Part 02


tanya yunan sededuktif mungkin,istrinya mengangguk kecil lalu dengan pelan ia melepaskan rengkuhan itu dengan terpaksa,karna sekarang ia ingin kembali tidur karna 3 jam lagi ia akan meeting

"Baiklah aku harus istirahat lagi"

Aranda kembali diberi kekejutan biasanya pria ini akan marah sambil memandangnya sinis,sebenarnya mimpi apa ia semalam,baru saja ingin keluar kamar bermaksud untuk pindah tempat tidur aranda menarik dasi suaminya sambil menunduk.

"Ada apa?"

yunan melepaskan tangan itu dari dasinya yang longgar.

"Setidaknya mandilah dulu,aku akan menyiapkan air hangat di bathhub agar tubuhmu agak segar"

"Hmm..baiklah aku akan mandi dulu"

ujar yunan sambil tersenyum,andaikan aranda melihat senyuman itu pasti ia sudah meleleh tadi.

Selang beberpa menit....

Yunan merasa agak lama menunggu aranda dari luar kamar mandi menyiapkan air hangat.jadi dengan langkah lebar ia masuk kedalam sana

aranda sudah selesai menyiapkan air hangat,dengan cepat ia berniat memanggil yunan tapi.

Dukkk...byur...

tubuhnya terbentur oleh dada bidang yunan,kamar mandi licin dan ia tak bisa jaga keseimbangn sekarang sedangkan yunan berusaha menahan tubuh itu agar tak jatuh tapi tenaganya seakan hilang hari ini,alhasil keduanya jatuh di bathub dengan posisi aranda menindih tubuh yunan,otomatis tubuh mereka basah semua sekarang.

Mereka saling bertarap muka beberapa detik sampai akhirnya tawa itu lepas.

"hahahahaha"

gelak mereka bersamaan,yunan sudah berhenti tertawa tapi istrinya masih saja tertawa.

"Cantik"

gumam yunan,ia senang melihat aranda tertawa seharusnya dari dulu ia harus bersikap seperti ini pada aranda bukanya menyiksa wanita itu sekarang.

"Sampai kapan kau mau menindih suami mu ini hmm"

suara yunan membuat aranda sadar akan posisinya sekarang dengan mata membeliak ia berusaha bangkit dari atas sana

"Apa kau ingin mandi bersamaku"

sambung yunan,seketika kedua pipi aranda meronda dibuat yunan,dress putih wanita itu jadi transparan karna basah,aranda berdiri dari sana setelah keluar dari bathhub sedangkan yunan menelan salivanya kasar saat melihat postur tubuh istrinya begitu indah dihadapanya.

Yunan memalingka wajahnya kearah lain,aranda bisa melihat sedikir rona di wajah suaminya tadi.

"Keluarlah"

"apa kau marah"

yaampun,sepolos ini kah istrinya itu,kalau aranda terus berdiri dihadapanya dngan kondisi seperti itu bisa"yunan langsung menerjangnya pagi ini.

"tidak,pergilah dulu keluar aku ingin mandi sekarang"

"airnya"

"aku bisa menggantinya"

"tapi kau m..--

yunan memutar bola matanya malas lalu kembali mendelik kearah aranda dengan Frustasi.

"Keluarlah,atau Kulucuti kau didalam bathhub"

potong yunan cepat dengan tatapan sedikit menggoda,aranda merinding sketika langsung berlari kecil dari sana sambil membentak sebelum keluar.

"Dasar MR.Angry Pervert!!!"

yunan hanya mengedikan bahunya cuek dan segera melaksanakan ritual mandinya

••••••••••••••
Syifa tengah menyiapkan beberapa dokumen perusahaanya hari ini ia akan mengadakan Merge dengan perusahaan yang Memang sudah lama ia target.

"Dokumen apa saja yang belum aku siapkan?"

Syifa bersuara agak lantang disana,seorang pria paruh baya yang tengah duduk didalam kamarnya menghela nafas.

"Sebenarnya kenapa kau ingin mengambil sebagian urusan bisnis milik ayah,bukankah kau model"

"Ayah,aku hnya ingin belajar bisnis apa itu tidak boleh"

"boleh,hanya saja kenapa tiba"begini"

"smua hal tidak gampang diprediksi ayah"

akhir nya tn.farun terdiam,ia sebenarnya tak yakin bahwa syifa bisa menjalani bisnis ini,ia tau bahwa putrinya ini bukan ingin belajar,karna ia kenal sekali dengan Putrinya.

"terserahmu nak"

*********
Aranda sedang memasak sarapan untuk yunan,semoga saja makanan kali ini tak sia-sia,yunan tidur karna mungkin 30 menit lagi ia bangun untuk bersiap-siap.

Seorang Pria dengan Baju kemeja dan dasi,yang belum rapi turun dari tangga dengan tas kerja.

"Kok kau sudah bangun"

"lebih cepat lebih baik"

aranda baru masak dan yunan sudah bersiap-siap otomatis makananya akan di taro kulkas.

Yunan yang melihat ekspresi aranda menjadi muram langsung menghampirinya.

"Makanan itu taruh saja di tempat bekal,biar aku sarapan disana"

tungkas yunan,seketika aranda tersenyum senang dengan cepat ia menyiapkanya,agak terkikik melihat tingkah aranda setidaknya sikapnya yang sekarang bisa membuat hubungan ini kian membaik pikirnya lagi pula yunan tak punya alasan lagi untuk menjauhi aranda karna wanita itu memang tulus padanya.

Oh ya,dasi ia paling sulit memakai dasi,karna setiap kekantor dasi nya selalu saja sulit rapi.

Dengan nada sedikit malu yunan berdehem

"Ehem"

aranda menoleh keraha yunan,pria itu mengkode dengan mata agar aranda memakaikanya dasi tapi aranda tidak peka ia hanya melihat yunan sekilas lalu fokus kembali menata bekal.

"Astaga....istriku ini"

gumam yunan,dengan bersedekap ia menghampiri aranda dan memutar tubuh istriniya itu berhadapan denganya

aroma mint menyeruak di penciuman aranda,dalam.jarak sedekat ini yunan semakin tampan baginya.

"Pakaikan aku dasi"

tutur yunan,dengan kedua tangan yang bertumpu pada kedua belah sisi pinggang istrinya

Aranda mengangguk malu dengan perlahan ia memakaikan dasi yunan,sedangkan pria itu terus memperhatikan wajah aranda yang terlihat lucu ketika serius.

Sampai akhirnya selesai.yunan memberikan kecupan kecil di pipi Chubby istrinya.

"Y..yu..yunan"

tbc.

No comments