"gk mungkin dia berani ngeluarin gue dari sekolah,karna gue calon menantunya dan lagian klo gue di keluarin dari sekolah anak kita mau jadi apa nanti"

degg..

Pletakkk..
awww...

Amanda memukul kepala angga dengan keras dan mendorongnya hingga terjatuh.

"M..memang siapa yang mau punya anak denganmu!!"

tunjuk manda dengan mata melotot,angga meringis sambil memegan pinggangya ia berdiri sambil berkacak pinggang.

"Siapa??tentunya loe lah masa nenek loe"

"uhhh...Dasar Play boy amatiran"

maki amanda sambil berlari dengan tampang kesal disana,angga tertawa disana rasanya ingin sekali Pernikahanya cepat karna ia sangat tertarik dengan gadis itu.
~~~~~~~~~~~~~~~

arnold kini duduk berhadapan dengan syifa,gadis itu terus menunduk,tangan arnold terulur meraih pundak syifa.

"loe sedih karna angga deket ama manda"

syifa menggeleng "gue cuman takut klo angga cuman main"ama perasaanya"

arnold tersenyum dengan mata berbinar "gue yakin kali ini dia serius ama adek loe"

"gue denger klo mereka bakal ditunangin nanti malem"

"apa??loe serius"

arnold berdiri,saat syifa mengangguk kecil "gue pergi dulu ya"

setelah pria itu pergi,ia hanya bisa tersenyum paksa,tak bisakah arnold lebih lama duduk bersamanya pikir syifa.

"Woyyy...loe tria kadal!!"

Suara arnold membuat 3 orang yang kini tengah duduk di belakang sekolah sambil ngerokok itu langsung menghentika aktivitanya.

"Berisik"

"nanti,aja marahnya bas,gue punya berita teraktual nih"

tungkasnya sambil ikut menimbrung disana.

"Berita apaan?"

tanya brayen,sambi membuang asal putung rokoknya.

"Kita menang taruhan,katanya syifa si angga ama manda bakalan tunangan"

"apa!!!!"

"biasa aja kali"

"yaudah kita cari angga pulang sekolah nanti,lagian tumben amat dia gk gabung"

tutur ari sambil berdiri dari sana

"ok"
######################
para siswa/i atavia berhamburan pulang...

Syifa menunggu amanda sedari tadi katanya adiknya itu mau ngambil sesuatu di lokernya,emang kebiasaan si manda kalau pulang baru dia inget apa yg ketinggalan.

Ditempat lain.

Angga tersentak saat ke 4 temanya tiba-tiba narik si angga kesudut tempat yang gk jauh dari loker.

"Apaan sih loe pada"

"haha..loe ngehindar dari kita ya"

ujar bastian licik,sambil menyikut angga.sedangkan yang lainya kini menatap horor dirinya,angga sendiri bergidik ngeri melihat temanya sekarang.

"Ngehindar??untuk apa"



"yaelah gak usah lupa angga,loe kalah taruhan"
(tungkas brayen sambil nyengir lebar.)

"gue denger loe ama manda mau tunangan"

(lanjut bastian )

"t..tau dari mana loe pada"

"dari mantan cwek loe,Syifa"

Jawab arnold dengan nada sinis,tapi angga tak mau ambil pusing .

"terus"

"terus loe harus traktir kita makb gratis di kantin sesuai teruhan kita,klo loe gagal dapetin mnda traktir kita"

ujar ari penuh penekanan,angga menghela nafas kasar,ia harus ingat itu tapi bisa"ia jadi kere karna temnya ini sableng semua.

"Oke,besok gue traktir"

Brakkk....

Angga dan ke4 temanya kaget saat ada suara jatuh dan sepertinya dari koridor.

"Siapa itu"

intrupsi mereka bersamaan tapi tak ada orang sama sekali hanya sebuah pot besar dan loker loker disana.

Kembali ke syifa....

"Udah balik aja"

ujar syifa sambil memasuki mobilnya tapi amanda hanya diam tidak seperti biasanya dan memasuki mobil.

"Iya"

"ada apa denganmu?"

Syifa sedikit kaget saat adiknya juga masuk dan anehnya adiknya ini menangis yah untuk pertama kalinya amanda menangis setelah kematian ibunya.syifa panik tentu walaupun ia hanya kakak tiri tapi amanda seperti adik kandungnya.



"Ada apa manda"

syifa menangkup wajah amanda yang berusaha disembunyikan oleh siempunya.

"a..angga aku benci ddia"

"a..aku benci dia..hiks..memang dia kira a..aku ini apa"

amanda terus berbicara seperti itu sambil sesunggukan bahkn logatnya menjadi aku lagi.

"Angga"

desis syifa masih binggung.

Sedangkan dari kejauhan angga bingung saat melihat masih ada mobil syifa di parkiran.

"gue ke sana bentar ya,loe duluan aj pada"

tutur angga pada temanya sambil menghampiri mobil hitam itu.

Angga merunduk,untuk melihat lewat kaca mobil tapi yang ia lihat adalah syifa tengah berusaha menenangkan manda yang tengah menangis seketika angga mersakan dadanya sesak saat melihat gadis itu menangis.

"Syifa buka"

Syifa menoleh kearah kacamobilnya dan mendapati angga disana dengan raut wajah khawatir.

"Jalanin mobilnya kak,aku benci liat play boy gk tau diri kaya angga"

suara dingin nan menusuk itu cukup jelas ditelinga angga.

Angga membeku ditempatnya dan mobil itu perlahan pergi dari parkiran.

"Benci"

gumam angga,hatinya seperti di cubit saat mendengar kalimat itu,sekarang apa salahnya kenapa gadis itu jadi membencinya sambil menangis.

tapi tiba-tiba angga membeliakan matanya,karna kini ia jadi ingat saat ada suara jatuh didekat loker disana.dan ia juga baru mnyadari bahwa loker disana ada yang terbuka dan itu loker amanda jadi gadis itu ada disana tadi dan mendengar percakapan mereka tentang taruhan

"Sekarang apa yang harus gue lakuin"

Cerita Cinta Bersambung ( Cerbung Cinta ) Suddenly love Season 2 episode 4

"gk mungkin dia berani ngeluarin gue dari sekolah,karna gue calon menantunya dan lagian klo gue di keluarin dari sekolah anak kita mau jadi apa nanti"

degg..

Pletakkk..
awww...

Amanda memukul kepala angga dengan keras dan mendorongnya hingga terjatuh.

"M..memang siapa yang mau punya anak denganmu!!"

tunjuk manda dengan mata melotot,angga meringis sambil memegan pinggangya ia berdiri sambil berkacak pinggang.

"Siapa??tentunya loe lah masa nenek loe"

"uhhh...Dasar Play boy amatiran"

maki amanda sambil berlari dengan tampang kesal disana,angga tertawa disana rasanya ingin sekali Pernikahanya cepat karna ia sangat tertarik dengan gadis itu.
~~~~~~~~~~~~~~~

arnold kini duduk berhadapan dengan syifa,gadis itu terus menunduk,tangan arnold terulur meraih pundak syifa.

"loe sedih karna angga deket ama manda"

syifa menggeleng "gue cuman takut klo angga cuman main"ama perasaanya"

arnold tersenyum dengan mata berbinar "gue yakin kali ini dia serius ama adek loe"

"gue denger klo mereka bakal ditunangin nanti malem"

"apa??loe serius"

arnold berdiri,saat syifa mengangguk kecil "gue pergi dulu ya"

setelah pria itu pergi,ia hanya bisa tersenyum paksa,tak bisakah arnold lebih lama duduk bersamanya pikir syifa.

"Woyyy...loe tria kadal!!"

Suara arnold membuat 3 orang yang kini tengah duduk di belakang sekolah sambil ngerokok itu langsung menghentika aktivitanya.

"Berisik"

"nanti,aja marahnya bas,gue punya berita teraktual nih"

tungkasnya sambil ikut menimbrung disana.

"Berita apaan?"

tanya brayen,sambi membuang asal putung rokoknya.

"Kita menang taruhan,katanya syifa si angga ama manda bakalan tunangan"

"apa!!!!"

"biasa aja kali"

"yaudah kita cari angga pulang sekolah nanti,lagian tumben amat dia gk gabung"

tutur ari sambil berdiri dari sana

"ok"
######################
para siswa/i atavia berhamburan pulang...

Syifa menunggu amanda sedari tadi katanya adiknya itu mau ngambil sesuatu di lokernya,emang kebiasaan si manda kalau pulang baru dia inget apa yg ketinggalan.

Ditempat lain.

Angga tersentak saat ke 4 temanya tiba-tiba narik si angga kesudut tempat yang gk jauh dari loker.

"Apaan sih loe pada"

"haha..loe ngehindar dari kita ya"

ujar bastian licik,sambil menyikut angga.sedangkan yang lainya kini menatap horor dirinya,angga sendiri bergidik ngeri melihat temanya sekarang.

"Ngehindar??untuk apa"



"yaelah gak usah lupa angga,loe kalah taruhan"
(tungkas brayen sambil nyengir lebar.)

"gue denger loe ama manda mau tunangan"

(lanjut bastian )

"t..tau dari mana loe pada"

"dari mantan cwek loe,Syifa"

Jawab arnold dengan nada sinis,tapi angga tak mau ambil pusing .

"terus"

"terus loe harus traktir kita makb gratis di kantin sesuai teruhan kita,klo loe gagal dapetin mnda traktir kita"

ujar ari penuh penekanan,angga menghela nafas kasar,ia harus ingat itu tapi bisa"ia jadi kere karna temnya ini sableng semua.

"Oke,besok gue traktir"

Brakkk....

Angga dan ke4 temanya kaget saat ada suara jatuh dan sepertinya dari koridor.

"Siapa itu"

intrupsi mereka bersamaan tapi tak ada orang sama sekali hanya sebuah pot besar dan loker loker disana.

Kembali ke syifa....

"Udah balik aja"

ujar syifa sambil memasuki mobilnya tapi amanda hanya diam tidak seperti biasanya dan memasuki mobil.

"Iya"

"ada apa denganmu?"

Syifa sedikit kaget saat adiknya juga masuk dan anehnya adiknya ini menangis yah untuk pertama kalinya amanda menangis setelah kematian ibunya.syifa panik tentu walaupun ia hanya kakak tiri tapi amanda seperti adik kandungnya.



"Ada apa manda"

syifa menangkup wajah amanda yang berusaha disembunyikan oleh siempunya.

"a..angga aku benci ddia"

"a..aku benci dia..hiks..memang dia kira a..aku ini apa"

amanda terus berbicara seperti itu sambil sesunggukan bahkn logatnya menjadi aku lagi.

"Angga"

desis syifa masih binggung.

Sedangkan dari kejauhan angga bingung saat melihat masih ada mobil syifa di parkiran.

"gue ke sana bentar ya,loe duluan aj pada"

tutur angga pada temanya sambil menghampiri mobil hitam itu.

Angga merunduk,untuk melihat lewat kaca mobil tapi yang ia lihat adalah syifa tengah berusaha menenangkan manda yang tengah menangis seketika angga mersakan dadanya sesak saat melihat gadis itu menangis.

"Syifa buka"

Syifa menoleh kearah kacamobilnya dan mendapati angga disana dengan raut wajah khawatir.

"Jalanin mobilnya kak,aku benci liat play boy gk tau diri kaya angga"

suara dingin nan menusuk itu cukup jelas ditelinga angga.

Angga membeku ditempatnya dan mobil itu perlahan pergi dari parkiran.

"Benci"

gumam angga,hatinya seperti di cubit saat mendengar kalimat itu,sekarang apa salahnya kenapa gadis itu jadi membencinya sambil menangis.

tapi tiba-tiba angga membeliakan matanya,karna kini ia jadi ingat saat ada suara jatuh didekat loker disana.dan ia juga baru mnyadari bahwa loker disana ada yang terbuka dan itu loker amanda jadi gadis itu ada disana tadi dan mendengar percakapan mereka tentang taruhan

"Sekarang apa yang harus gue lakuin"

No comments