Cerita Cinta di Pantai Bali Part 3 - Macam Cerita

June 07, 2018

Cerita Cinta di Pantai Bali Part 3

Sebelum membaca cerita cinta ini, sebaiknya, membaca terlebih dahulu episode 1 dan episode 2 agar kalian tau alur ceritanya terima kasih 

Air terjatuh dari atas tubuhku yang,oh ternyata ibuku yang membangunkan ku. Oh tadi hanya sekedar mimpi, kenapa harus hadir dalam mimpi. Aku bergegas mandi,dan membereskan kamar tidurku,sarapan pun tak ku sentuh,aku terburu buru menuju pantai,untuk membuka kedaiku. Aku tak ingin nona cantik itu menunggu terlalu lama.

Bebatuan kulewati, asap debu aku hirup  karena aku tak memakai masker, sesampainya di pantai aku langsung membuka kedaiku, cukup waktu 30 menit aku membukanya, karena aku bersemangat hari ini waktu demi waktu aku menunggu nona cantik itu, waktu telah menunjuk pukul 11, tapi entah mengapa nona cantik tak kunjung datang, apakah dia sudah balik, pikirku dalam hati. aku pun mulai jenuh menunggu, tak lama pelangganpun datang, namun bukan seorang bidadari cantik melainkan bapak bapak yang hanya tanya tanya saja namun tak membelinya, , sial sekali  aku hari ini, jam 3 sore telah tiba, entah kenapa pantai hari ini sepi sekali tak ku pandang langkah manusia. 
Cerita Cinta di Pantai Bali Part 3
Cinta Dipantai Bali



saatku mulai menutup kedai ku, aku mendengar ada orang yang memanggilku.

Murni " yogi... jangan tutup dulu...
Yogi  :" oh murni, jam sudah menunjuk pukul 15:30, itu waktunya aku menutup kedaiku, tepi jika kau melarangnya, maka aku tak jadi menutupnya . memang ada apa ?"
murni :" temanku mau menyambangi warung ini guna membeli beberapa oleh oleh untuk di bawa pulang"
Yogi :" ok..."

Murni pun memanggil temannya untuk memilih milih baju dan pernak pernik khas bali yang aku pajang di kedaiku. 15 menit mereka berunding dan akhrinya ditemukanlah pernak perniik yang cocok untuk di baawa pulang.

teman murni :" kak ini berapa harganya?"
Yogi :" total semua 120000"
Teman murni :" nih kak uangnya "
Yogi :" Terima kasih 

Murni punn bergegas pulang dan meninggalkan yogi sendirian di pantai. yogi pun bergumai dalam hati " kenapa murni tampak biasa saja saat bertemu aku sedangkan aku saat bertemu dengannya, tampak senang beda dengan murni yang tampak biasa saja, apakah murni tak suka sama aku  percuma saja jika aku suka sama dia tapi dia tidak suka sama aku, ibarat cinta bertepuk sebelah tangan, bukan kisah cinta segitiga. ah sudahlah, mengapa aku harus mengejar cewek yang tak suka kepada ku, itu hanya membuang waktu saja."

keesokan harinya Yogi tampak biasa dalam menjaga kedainya tak seperti kemain kemarin tampak semangat, namun pada hari ini yogi biasa seperti tampak menjaga kedai seperti biasanya.
namun keesokan harinya, teman murni yang beberapa waktu lalu datang hari ini datang lagi 

teman murni :" kak baju itu haganya berapa ?"
Yogi " 85 ribu neng , eh.. neng kamu temannya murni yaa, murninya mana ?
teman murni :" murninya sibuk kak ini aku disuruh beli oleh oleh untuk murni, soalnya murni mendadak disuruh pergi ke luar kota oleh bosnya, sekitar 1 tahun baru balik kesini lagi."
Yogi :" ya udah neng, ini buat murni saja, gratis gak usah bayar. tunggu sebentar neng, saya mau nitip surat dulu buat mrni "

Yogi " nih, suratnya, jangan di bukaa yaa, langsung kasih ke murni, jangan pakai perantara lain yaa...makasih "


dan akirnya sura tpun di terima oleh murni 
isi sat :" haii murni hhehehe, perginya kok mendadak siih, kan aku  jadi gak semangat lagi buka kedinya, gak semangat lagi menjaga dagangan kuu, kamu tau gak kenapa aku gk semangat lagi, yaa karena kamu pergi dari pulau ini, sayang yah, masak cewek yang di cintai harus pergi hehe, apakah nanti kamu kangen saat ada orang memanggil BIDADARI CANTIK ? semoga kangen yaa, dan semoga hanya aku yang memanggil kamu dengan sebutan itu, intinya dari surat ini adalah sebelum kamu pergi aku hanya menungkapkan hati aku yang sebenarnya aku suka sama kamu, tapi sayang dari tatapanmu, tampaknya kamu gak suka sama aku, aku cuman berpesan jaga diimu baik baik yaa...."



murni pun hanya tersenyum membaca surat dari yogi...

Murni :" ah, sayang, aku sudah punya pendamping lain. aku kurang beruntung utuk mendapatkannya.


Tamat 


No comments:

Post a Comment