>
     Bus AC alami tiba di depan kampus, terasa hot di dalam bus tersbut, seperti cerita hot yang beredar di internet, sebuah awal cerita cinta dimulai, berlari bersemangat dengan mengendong tas berisi perlengkapan untuk 3 hari 2 malam. Satu persatu nama di panggil oleh panitia guna mengabsen satu persatu peserta. 5 menit kemudian seoarang supir menekan pedal gas, ku menikmati perjalanan dengan iringan lagu romantis. Hingga ku teringat seorang wanita yang pernah menemaniku, mengisi hatiku dan menetap di pikiranku teringat juga cerita cerita hot pada masanya. . Tetesan airmatapun mengukir di pipiku. Langsung ku usap goresan goresan kenangan yang keluar dari kelopak mataku. Inginku mencari seorang wanita yang mampu menggores hati hingga akhir hayat. 3 jam berlalu hingga ku sampai di tempat ku tinggal selama 3 hari duamalam itu.

cerita hot seorang pria yang sedih karena cinta


       Dingin menyelimuti hingga menembus ke tubuh yang pernah tersakiti. Terdengar panitia mengarahkan para peserta untuk menuju kelapangan dan disambut oleh para kakak tingkat yang telah menunggu. Ku berlari hingga lapangan, setelah sampai, tak sengaja ku berdiri di sebelah seorang wanita bertopi yang menggunakan masker, berporos cantik, khas wanita jabodetabek. Ingin ku berkenalan dengannya, apakah ini pandangan pertama? apalah daya yang ada di pikiranku hanyalah sia sia. Tak berselang lama. Panitia pun membagikan kelompok dan membagikan kamar tidur. Satu persatu nama di panggil guna absen dan pembagian kelompok dan pembagian kamar, setelah di tentukan panitia. Para peserta pun langsung menuju kamarnya masing masing, guna menaruh barang dan mandi.

         Tepat pukul 5 sore kami pun di arahkan panitia dan disuruh berkumpul ke kelompoknya masing masing yang telah di bagikan sebelumnya. Berapa kagetnya diriku aku sekelompok dengan orang yang ku taksir pada pandangan pertama itu. Kami di suruh berkenalan satu persatu, begitu gilirannya ku perhatikan saat di perkenalan. Cantika diah anggraini namanya, 28 tahun umurnya, bekasi asalnya. Dari 6 anggota kelompok, yang ku hapal hanya namanya.  Betapa gilanya diriku saat dia melepas masker yang dia gunakan. Terpampang aura aura indah terpancar dari wajahnya. Ku terpesona dengan wajah cantiknya. Berdebar jantung ini. Dan pada akhirnya aku pun di suruh oleh kakak pembimbing guna perkenalan. Tomi andre saputra namaku. 18 umurku semarang asalku. Setelah perkenalan usai kami sebagai kelompok gajah melakukan diskusi dan pemaparan rangkaian acara oleh kakak pembimbing. Kami disuruh mementaskan sebuah derama bertajuk percintaan. Pembagian peran di lakukan sayangnya aku tidak disuruh menjadi peran utama, malainkan teman sekelompoku andi yang mendapatkan jatah peran bersama cantika. Betawa kecewanya aku yang hanya sebagai peran pendukung dalam drama ini.

       Tak terasa pukul 9 malam telah tiba. Setelah latihan drama oleh kelompok kami, kami pun disuruh kembali ke kamar masing masing. Tepat pukul 10 aku pun mulai merenung dan memikirkan cantika. Yang hanya dipikiranku hanyalah apakah aku dapat kendapatkan seorang cantika yang nama dan poros tubuhnya memiliki nama yang sama? Aku pun berpikir bagaimana cara mendapatkannya aku memikirkannya hingga tertidur. Pukul 5 aku dibangunkan oleh panitia dan disuruh solat subuh. Setelah solat akupun mendapatkan ide. Aku mendekati kakak pembimbingku dan meminta bantuan agar aku bisa mendapatkan hati cantika. Skema demi skema aku dan kambingku berdiskusi dan kami menemukan cara yang tepat.

    Tepat pukul 6 aku sarapan. Selagi menuju ruang makan aku mencari cantika ku tengok kanan dan kiri dan akhirnya ku temukan cantika. Aku dekati dirinya. Dan kamipun mengobrol tentang drama yang akan di pentaskan nanti malam. Di sela selah kami mengobrol, aku menatap wajahnya yang cantik. Tak kuasa aku menahan kecantikannya. Ingin rasanya ku memiliki hatjnya. Tiba tiba obrolan kami terputus karena cantika di panggil oleh temannya untuk makan bersama. Dan kamipun berjauhan.

    Malampun tiba, kami sebagai kelompok gajah mempersiapkan drama dan latihan guna menghapal skrip percumah bagiku mengafal skrip karena pada oeran ini aku hanya sebagai pohon belaka yang menyaksikan kemesraan antara andi dan cantika. Pementasan pun dimulai. Saat kelompok gajah melakukan oementasan aku sebaga pohon dalam oeran tersebut hanya menangis dalam hati dan merasa iri. Ingin marah apadaya. Ingin berontak tak kuasa. 15 menit menahan kemesraan antara andi dan cantika. Saat selesai pementasan, aku dan kakak pembimbingku berbicara ke panitia guna merencanakan sebuah skenario. Di akhir sesi acara pementasan, cantika disuruh MC acara untuk naik kepanggung sebagai aktris terbaik dalam pementasan malam itu. Aku dari belakang telah menyiapkan bunga untu kenyatakan isi hatiku kepada cantika. Serasa dakdikdik ser hati ini saat ingin menembak cantika. Skenariopun dimulai. Panitia memutar lagu romantis dan aku keluar dari atas panggung. Penyodorkan bunga dan melontarkan kata kata cinta. Para penonton menyoraki aku dan cantika. Memerah wajah cantika. Entah malu atau gugup. Tiba tiba cantikapun pingsan. Dan langsung dilarikan ke ruang kesehatan.  Aku pun panik dibuatnya kringat dingin keluar dari tubuhku


BERSAMBUNG


Cerita cinta menyedihkan di malam keakraban

     Bus AC alami tiba di depan kampus, terasa hot di dalam bus tersbut, seperti cerita hot yang beredar di internet, sebuah awal cerita cinta dimulai, berlari bersemangat dengan mengendong tas berisi perlengkapan untuk 3 hari 2 malam. Satu persatu nama di panggil oleh panitia guna mengabsen satu persatu peserta. 5 menit kemudian seoarang supir menekan pedal gas, ku menikmati perjalanan dengan iringan lagu romantis. Hingga ku teringat seorang wanita yang pernah menemaniku, mengisi hatiku dan menetap di pikiranku teringat juga cerita cerita hot pada masanya. . Tetesan airmatapun mengukir di pipiku. Langsung ku usap goresan goresan kenangan yang keluar dari kelopak mataku. Inginku mencari seorang wanita yang mampu menggores hati hingga akhir hayat. 3 jam berlalu hingga ku sampai di tempat ku tinggal selama 3 hari duamalam itu.

cerita hot seorang pria yang sedih karena cinta


       Dingin menyelimuti hingga menembus ke tubuh yang pernah tersakiti. Terdengar panitia mengarahkan para peserta untuk menuju kelapangan dan disambut oleh para kakak tingkat yang telah menunggu. Ku berlari hingga lapangan, setelah sampai, tak sengaja ku berdiri di sebelah seorang wanita bertopi yang menggunakan masker, berporos cantik, khas wanita jabodetabek. Ingin ku berkenalan dengannya, apakah ini pandangan pertama? apalah daya yang ada di pikiranku hanyalah sia sia. Tak berselang lama. Panitia pun membagikan kelompok dan membagikan kamar tidur. Satu persatu nama di panggil guna absen dan pembagian kelompok dan pembagian kamar, setelah di tentukan panitia. Para peserta pun langsung menuju kamarnya masing masing, guna menaruh barang dan mandi.

         Tepat pukul 5 sore kami pun di arahkan panitia dan disuruh berkumpul ke kelompoknya masing masing yang telah di bagikan sebelumnya. Berapa kagetnya diriku aku sekelompok dengan orang yang ku taksir pada pandangan pertama itu. Kami di suruh berkenalan satu persatu, begitu gilirannya ku perhatikan saat di perkenalan. Cantika diah anggraini namanya, 28 tahun umurnya, bekasi asalnya. Dari 6 anggota kelompok, yang ku hapal hanya namanya.  Betapa gilanya diriku saat dia melepas masker yang dia gunakan. Terpampang aura aura indah terpancar dari wajahnya. Ku terpesona dengan wajah cantiknya. Berdebar jantung ini. Dan pada akhirnya aku pun di suruh oleh kakak pembimbing guna perkenalan. Tomi andre saputra namaku. 18 umurku semarang asalku. Setelah perkenalan usai kami sebagai kelompok gajah melakukan diskusi dan pemaparan rangkaian acara oleh kakak pembimbing. Kami disuruh mementaskan sebuah derama bertajuk percintaan. Pembagian peran di lakukan sayangnya aku tidak disuruh menjadi peran utama, malainkan teman sekelompoku andi yang mendapatkan jatah peran bersama cantika. Betawa kecewanya aku yang hanya sebagai peran pendukung dalam drama ini.

       Tak terasa pukul 9 malam telah tiba. Setelah latihan drama oleh kelompok kami, kami pun disuruh kembali ke kamar masing masing. Tepat pukul 10 aku pun mulai merenung dan memikirkan cantika. Yang hanya dipikiranku hanyalah apakah aku dapat kendapatkan seorang cantika yang nama dan poros tubuhnya memiliki nama yang sama? Aku pun berpikir bagaimana cara mendapatkannya aku memikirkannya hingga tertidur. Pukul 5 aku dibangunkan oleh panitia dan disuruh solat subuh. Setelah solat akupun mendapatkan ide. Aku mendekati kakak pembimbingku dan meminta bantuan agar aku bisa mendapatkan hati cantika. Skema demi skema aku dan kambingku berdiskusi dan kami menemukan cara yang tepat.

    Tepat pukul 6 aku sarapan. Selagi menuju ruang makan aku mencari cantika ku tengok kanan dan kiri dan akhirnya ku temukan cantika. Aku dekati dirinya. Dan kamipun mengobrol tentang drama yang akan di pentaskan nanti malam. Di sela selah kami mengobrol, aku menatap wajahnya yang cantik. Tak kuasa aku menahan kecantikannya. Ingin rasanya ku memiliki hatjnya. Tiba tiba obrolan kami terputus karena cantika di panggil oleh temannya untuk makan bersama. Dan kamipun berjauhan.

    Malampun tiba, kami sebagai kelompok gajah mempersiapkan drama dan latihan guna menghapal skrip percumah bagiku mengafal skrip karena pada oeran ini aku hanya sebagai pohon belaka yang menyaksikan kemesraan antara andi dan cantika. Pementasan pun dimulai. Saat kelompok gajah melakukan oementasan aku sebaga pohon dalam oeran tersebut hanya menangis dalam hati dan merasa iri. Ingin marah apadaya. Ingin berontak tak kuasa. 15 menit menahan kemesraan antara andi dan cantika. Saat selesai pementasan, aku dan kakak pembimbingku berbicara ke panitia guna merencanakan sebuah skenario. Di akhir sesi acara pementasan, cantika disuruh MC acara untuk naik kepanggung sebagai aktris terbaik dalam pementasan malam itu. Aku dari belakang telah menyiapkan bunga untu kenyatakan isi hatiku kepada cantika. Serasa dakdikdik ser hati ini saat ingin menembak cantika. Skenariopun dimulai. Panitia memutar lagu romantis dan aku keluar dari atas panggung. Penyodorkan bunga dan melontarkan kata kata cinta. Para penonton menyoraki aku dan cantika. Memerah wajah cantika. Entah malu atau gugup. Tiba tiba cantikapun pingsan. Dan langsung dilarikan ke ruang kesehatan.  Aku pun panik dibuatnya kringat dingin keluar dari tubuhku


BERSAMBUNG


No comments