>
-leukimia?

cerita amanda angga


Manda: euuummh iya enak

Angga tersenyum mendengar pengakuan dari sang istri, fhadla hanya membulatkan ke2 matanya dn menatap amanda.

Fhadla: why? {tanya nya pelan}

Amanda mengedipkan ke2 matanya ia memberi isyarat pada adik iparnya, fhadla memutarkan ke2 bola matanya dan melipat ke2 tanganya di dada.

Angga: yaudah, aku ke kamar ariel dulu ya

Amanda mengangguk lalu tersenyum, angga mulai menaiki anak tangga dan menghilang setelah masuk kedalam kamar sang buah hati, manda pun bernafas lega dan menjauhkan piring yg berisi makanan di depan nya.

Fhadla: kak? Kenapa sih gk jjur aja kalo masakan nya asin?
Manda: sayang, kita harus hargain masakan kaka kamu, kasian dia kan masih belajar.
Fhadla: iya juga sih, kak? Aku boleh curhat?

____________________

Angga: ariel, bangun donk ayah kangen nih

Angga memegang ke2 tangan mungil ariel, ia terus memainkan nya lalu sesekali mencubit pipi ariel, namun ariel tak kunjung bangun, malah ia tidak bergerak sekalipun.

Angga: ariel ini ayah lho, ayah belum denger suara kamu ayo donk bangun.

Angga menggendong ariel ia pun mengecup kening buah hati nya, namun ciuman itu tak biasa angga merasakan dingin di kening ariel ketika ia menciumnya, firasat angga tak enak ia memegang ke seluruh tubuh ariel dan ternyata tubuhnya sangat dingin, angga panik ia bingung harus melakukan apa, angga pun membawa ariel menuju bunda nya.

_____________________

Manda: kamu serius mau ke london lagi?
Fhadla: kayaknya iya kak

Manda memegang ke2 bahu fhadla lalu tersenyum.

Manda: kaka doain yg terbaik buat kamu.
Angga: bundaaa?? Bundaaa???

Angga menuruni tangga dengan menggendong sang buah hati, ia berteriak memanggil nama amanda, manda berdiri setelah angga sampai di hadapanya. Ia bertanya* ada apa? Angga menjelaskan semua nya, mereka langsung membawa ariel ke RS.
Sesampainya di sana ariel langsung mendapatkan pertolongan medis dan di larikan ke ruang UGD. Fikiran amanda kacau ia menyenderkan bahu nya di tembok dan berdoa yg terbaik untuk anak nya, angga memeluk sang istri agar dirinya bisa tenang, fhadla pun mengambil ponsel yg ada di saku celananya dan mengetikan nomor di layar ponselnya.

30menit berlalu, dokter keluar di iringi dengan suster di belakangnya, dokter menghentikan langkah kakinya ketika keluarga mangga mengerumuni dirinya, ia menundukan kepalanya seraya ia bersalah.

Manda: dok? Anak saya gk papa kan dok?

amanda bertanya dengan air mata yg membasahi pipi nya, dokter tak menjawab ia masih menundukan kepalanya, angga mendekatkan tubuhnya pada dokter ia memegang ke2 kerahnya lalu menatap nya dengan mata tajam dan tangisan yg mengalir

Angga: DOK JAWAB?
Dokter: maafkan saya, tim medis sudah berusaha semaximal mungkin tapi tuhan berkehendak lain, penyakit leukimia yg di derita ariel sejak lahir sudah menyebar ke seluruh tubuh, hidupnya sudah tidak akan lama lagi, saya permisi.

Dokter pergi meninggalkan family G.Y amanda terkejut memdengar penyakit yg di derita sang buah hati, kenapa ia baru tau? Amanda menatap tajam suami nya, angga berusaha memeluk sang istri dan mencoba menjelaskan semuanya.

Angga: sayang maafin aku

Namun tidak, amanda menghantam tubuh sang suami hingga tergeletak di lantai.

Manda: kenapa kamu sembunyiin semuanya?
Angga: aku bisa jelasin
Manda: apa kamu fikir ariel cuma anak kamu? Apa kamu fikir yg ngelahirin ariel itu kamu? Kenapa aku gak tau sama sekali penyakit anak kita? KENAPA KAMU SEMBUNYIIN SEMUA INI, KENAPA?

angga tak mampu berkata, fhadla menghampiri angga dan berusaha membuatnya berdiri namun tidak, amanda benar* muak ada disana, ia pun pergi, angga hendak mengejar, namun apa daya dirinya yg tidak sanggup berdiri karna dorongan keras dari sang istri.
Syahra baru saja datang bersama suami dan anak nya.

Syahra: man kamu kenapa?

Syahra kaget ketika amanda berlari dengan puluhan air mata yg jatuh, namun amanda tak menjawab ia pergi meninggalkan tempat itu tanpa menghiraukan syahra.

Arbani: kamu tunggu disini sama angga, aku kejar amanda.

Syahra mengangguk, arbani pun pergi mengejar masa lalu nya.

Bersambung.

Cerita Cinta Amanda Angga Suami Idaman Part 38

-leukimia?

cerita amanda angga


Manda: euuummh iya enak

Angga tersenyum mendengar pengakuan dari sang istri, fhadla hanya membulatkan ke2 matanya dn menatap amanda.

Fhadla: why? {tanya nya pelan}

Amanda mengedipkan ke2 matanya ia memberi isyarat pada adik iparnya, fhadla memutarkan ke2 bola matanya dan melipat ke2 tanganya di dada.

Angga: yaudah, aku ke kamar ariel dulu ya

Amanda mengangguk lalu tersenyum, angga mulai menaiki anak tangga dan menghilang setelah masuk kedalam kamar sang buah hati, manda pun bernafas lega dan menjauhkan piring yg berisi makanan di depan nya.

Fhadla: kak? Kenapa sih gk jjur aja kalo masakan nya asin?
Manda: sayang, kita harus hargain masakan kaka kamu, kasian dia kan masih belajar.
Fhadla: iya juga sih, kak? Aku boleh curhat?

____________________

Angga: ariel, bangun donk ayah kangen nih

Angga memegang ke2 tangan mungil ariel, ia terus memainkan nya lalu sesekali mencubit pipi ariel, namun ariel tak kunjung bangun, malah ia tidak bergerak sekalipun.

Angga: ariel ini ayah lho, ayah belum denger suara kamu ayo donk bangun.

Angga menggendong ariel ia pun mengecup kening buah hati nya, namun ciuman itu tak biasa angga merasakan dingin di kening ariel ketika ia menciumnya, firasat angga tak enak ia memegang ke seluruh tubuh ariel dan ternyata tubuhnya sangat dingin, angga panik ia bingung harus melakukan apa, angga pun membawa ariel menuju bunda nya.

_____________________

Manda: kamu serius mau ke london lagi?
Fhadla: kayaknya iya kak

Manda memegang ke2 bahu fhadla lalu tersenyum.

Manda: kaka doain yg terbaik buat kamu.
Angga: bundaaa?? Bundaaa???

Angga menuruni tangga dengan menggendong sang buah hati, ia berteriak memanggil nama amanda, manda berdiri setelah angga sampai di hadapanya. Ia bertanya* ada apa? Angga menjelaskan semua nya, mereka langsung membawa ariel ke RS.
Sesampainya di sana ariel langsung mendapatkan pertolongan medis dan di larikan ke ruang UGD. Fikiran amanda kacau ia menyenderkan bahu nya di tembok dan berdoa yg terbaik untuk anak nya, angga memeluk sang istri agar dirinya bisa tenang, fhadla pun mengambil ponsel yg ada di saku celananya dan mengetikan nomor di layar ponselnya.

30menit berlalu, dokter keluar di iringi dengan suster di belakangnya, dokter menghentikan langkah kakinya ketika keluarga mangga mengerumuni dirinya, ia menundukan kepalanya seraya ia bersalah.

Manda: dok? Anak saya gk papa kan dok?

amanda bertanya dengan air mata yg membasahi pipi nya, dokter tak menjawab ia masih menundukan kepalanya, angga mendekatkan tubuhnya pada dokter ia memegang ke2 kerahnya lalu menatap nya dengan mata tajam dan tangisan yg mengalir

Angga: DOK JAWAB?
Dokter: maafkan saya, tim medis sudah berusaha semaximal mungkin tapi tuhan berkehendak lain, penyakit leukimia yg di derita ariel sejak lahir sudah menyebar ke seluruh tubuh, hidupnya sudah tidak akan lama lagi, saya permisi.

Dokter pergi meninggalkan family G.Y amanda terkejut memdengar penyakit yg di derita sang buah hati, kenapa ia baru tau? Amanda menatap tajam suami nya, angga berusaha memeluk sang istri dan mencoba menjelaskan semuanya.

Angga: sayang maafin aku

Namun tidak, amanda menghantam tubuh sang suami hingga tergeletak di lantai.

Manda: kenapa kamu sembunyiin semuanya?
Angga: aku bisa jelasin
Manda: apa kamu fikir ariel cuma anak kamu? Apa kamu fikir yg ngelahirin ariel itu kamu? Kenapa aku gak tau sama sekali penyakit anak kita? KENAPA KAMU SEMBUNYIIN SEMUA INI, KENAPA?

angga tak mampu berkata, fhadla menghampiri angga dan berusaha membuatnya berdiri namun tidak, amanda benar* muak ada disana, ia pun pergi, angga hendak mengejar, namun apa daya dirinya yg tidak sanggup berdiri karna dorongan keras dari sang istri.
Syahra baru saja datang bersama suami dan anak nya.

Syahra: man kamu kenapa?

Syahra kaget ketika amanda berlari dengan puluhan air mata yg jatuh, namun amanda tak menjawab ia pergi meninggalkan tempat itu tanpa menghiraukan syahra.

Arbani: kamu tunggu disini sama angga, aku kejar amanda.

Syahra mengangguk, arbani pun pergi mengejar masa lalu nya.

Bersambung.

No comments