>

Sebelum kalian membaca cerita ini hendaknya membaca Cerita cinta romantis amanda angga episode 1

-cemburu2

Malam harinya manda sedang duduk di depan cermin dan memandangi dirinya, rambutnya ia sisir bibirnya merah alami, bulu matanya memakai maskara dan pipinya ia taburkan bedak, dandananya kini sungguh sederhana tapi mempesona, dia berniat ingin memuaskan nafsu suaminya malam ini namun ternyata niatnya tak seindah dengan yg ia bayangkan.
Angga masuk kedalam kamarnya sambil berbicara dengan seseorang yg sedang bertelfon dengan angga.



Angga: oh iya siap RA, belum kok istri aku belum tau, siap lusa kita ketemu lagi ok dadah.

RA? Lagi* nama itu terdengar di telinga manda, sesudah mematikan telfon angga pun menghampiri manda, wajah manda memerah, ke2 tanganya ia genggam dengan keras, angga pun sampai di bangku yg tengah manda duduki, namun manda mendorong kursinya dengan bokongnya, hingga mengenai perut angga.

Angga: awww sshh kok di dorong sih yang?

Manda tak meresponya dia pun pergi dari sana dan meninggalkan suaminya yg tengah kesakitan tersebut.

Angga: sayang? Yang? Mau kemana? Aduuh ssshh

Angga menahan sakitnya dan segera berjalan perlahan mengikuti istrinya.

Manda: pak tamrin?
P.tamrin: i-iya non
Manda: anter saya
P.tamrin: kemana non?
Angga: manda {teriaknya dari dalam}
Manda: kemana aja pak ayo cepet.
P.tamrin: iya non.

Manda pun masuk kedalam mobilnya dengan supirnya dan pergi meninggalkan rumah itu.

Angga: manda?? {Teriaknya}

Angga pun sampai di luar dan melihat mobil yg manda naiki ternyata sudah pergi keluar dari gerbang rumahnya.

Angga: manda? Aaarrgg ribeth
ya kalo istri lagi hamil muda, mau kemana coba dia.

_____________________

Malam itu malam minggu, pantas saja jalan macet,Manda menangis di dalam mobil dan melihat kearah kaca yg langsung fokus keluar, dia melihat semua org tengah berpasang*an begitu romantis, tapi ada sesuatu yg menjanggal di matanya, ya dia melihat dokter RA Tengah berdiri di trotoar dan memberhentikan taxi yg ada di hadapanya, arahnya sama dengan arah rumahnya, apa mungkin dokter pelakor itu akan menemui angga? Manda pun mengambil ponselnya dan memotret wanita pelakor tsb.

Manda: pak lebih cepat jalanya.
P.tamrin: iya non.

setelah jalanan tidak terlalu macet, pak tamrin pun segera melajukan mobilnya.
Mereka pun sampai di tempat yg manda maksud, ya rumah elsyif manda segera turun dari mobilnya.

manda: pak? pak tamrin boleh pulang, tapi jangan bilang suami aku kalo aku ada disini ngerti?
P.tamrin: siap non.
Manda: oh iya satu lagi, niih {ucapnya sambil memperlihatkan ponsel bergambar dokter RA}
P.tamrin: aduh non ayune sopo iku?
Manda: ah pak tamrin apaan sih, kalo dia ada di rumah terus lagi ngobrol sma angga, pak tamrin video'in ya nih hp nya.
P.tamrin: baik non.
Manda: udah sana pergi.

Pak tamrin pun masuk kedalam mobilnya namun manda masuk kedalam rumah elsyif tanpa permisi.

Manda: syifa? Elina?

Elina dan syifa pun menuruni tangga, dan segera menghampiri sahabatnya tsb.

Elsyif: man?

Manda segera berlari ke arah ellina dan syifa lalu langsung memeluknya dengan erat dan menangis di dalam pelukan elsyif.

Syifa: man? Kamu kenapa? Kok dateng* nangis? Ini malam minggu loh, angga nya mana?
Elina: man? Jawab donk kita jadi khawatir nih.
Manda: hiks {manda pun melepaskan pelukanya} angga hiks angga.

Arnold dan brayen pun turun karna mendengar tangisan Manda.

Arnold: udah malem kok nangis ada apa sih?
Elsyif: ssssttttt
Syifa: kamu pasti cape, ayo duduk dulu
Brayen: aku ngambilin air dulu ya.

Elina dan syifa pun memapah manda ke sofa dan menyuruh manda untuk duduk.

Arnold: ini ada apa sih?
Syifa: iya ayo ceritain, angga kenapa?
Manda: hiks angga.
Arnold: angga mati?
Elina: arnooolllddd
Arnold: ya kirain
Manda: angga, angga selingkuh!
All: haaah. selingkuh?

Bersambung


PENULIS : AMA


Cerita Cinta Romantis Bikin Baper Amanda Angga Suami Idaman Part 21

Sebelum kalian membaca cerita ini hendaknya membaca Cerita cinta romantis amanda angga episode 1

-cemburu2

Malam harinya manda sedang duduk di depan cermin dan memandangi dirinya, rambutnya ia sisir bibirnya merah alami, bulu matanya memakai maskara dan pipinya ia taburkan bedak, dandananya kini sungguh sederhana tapi mempesona, dia berniat ingin memuaskan nafsu suaminya malam ini namun ternyata niatnya tak seindah dengan yg ia bayangkan.
Angga masuk kedalam kamarnya sambil berbicara dengan seseorang yg sedang bertelfon dengan angga.



Angga: oh iya siap RA, belum kok istri aku belum tau, siap lusa kita ketemu lagi ok dadah.

RA? Lagi* nama itu terdengar di telinga manda, sesudah mematikan telfon angga pun menghampiri manda, wajah manda memerah, ke2 tanganya ia genggam dengan keras, angga pun sampai di bangku yg tengah manda duduki, namun manda mendorong kursinya dengan bokongnya, hingga mengenai perut angga.

Angga: awww sshh kok di dorong sih yang?

Manda tak meresponya dia pun pergi dari sana dan meninggalkan suaminya yg tengah kesakitan tersebut.

Angga: sayang? Yang? Mau kemana? Aduuh ssshh

Angga menahan sakitnya dan segera berjalan perlahan mengikuti istrinya.

Manda: pak tamrin?
P.tamrin: i-iya non
Manda: anter saya
P.tamrin: kemana non?
Angga: manda {teriaknya dari dalam}
Manda: kemana aja pak ayo cepet.
P.tamrin: iya non.

Manda pun masuk kedalam mobilnya dengan supirnya dan pergi meninggalkan rumah itu.

Angga: manda?? {Teriaknya}

Angga pun sampai di luar dan melihat mobil yg manda naiki ternyata sudah pergi keluar dari gerbang rumahnya.

Angga: manda? Aaarrgg ribeth
ya kalo istri lagi hamil muda, mau kemana coba dia.

_____________________

Malam itu malam minggu, pantas saja jalan macet,Manda menangis di dalam mobil dan melihat kearah kaca yg langsung fokus keluar, dia melihat semua org tengah berpasang*an begitu romantis, tapi ada sesuatu yg menjanggal di matanya, ya dia melihat dokter RA Tengah berdiri di trotoar dan memberhentikan taxi yg ada di hadapanya, arahnya sama dengan arah rumahnya, apa mungkin dokter pelakor itu akan menemui angga? Manda pun mengambil ponselnya dan memotret wanita pelakor tsb.

Manda: pak lebih cepat jalanya.
P.tamrin: iya non.

setelah jalanan tidak terlalu macet, pak tamrin pun segera melajukan mobilnya.
Mereka pun sampai di tempat yg manda maksud, ya rumah elsyif manda segera turun dari mobilnya.

manda: pak? pak tamrin boleh pulang, tapi jangan bilang suami aku kalo aku ada disini ngerti?
P.tamrin: siap non.
Manda: oh iya satu lagi, niih {ucapnya sambil memperlihatkan ponsel bergambar dokter RA}
P.tamrin: aduh non ayune sopo iku?
Manda: ah pak tamrin apaan sih, kalo dia ada di rumah terus lagi ngobrol sma angga, pak tamrin video'in ya nih hp nya.
P.tamrin: baik non.
Manda: udah sana pergi.

Pak tamrin pun masuk kedalam mobilnya namun manda masuk kedalam rumah elsyif tanpa permisi.

Manda: syifa? Elina?

Elina dan syifa pun menuruni tangga, dan segera menghampiri sahabatnya tsb.

Elsyif: man?

Manda segera berlari ke arah ellina dan syifa lalu langsung memeluknya dengan erat dan menangis di dalam pelukan elsyif.

Syifa: man? Kamu kenapa? Kok dateng* nangis? Ini malam minggu loh, angga nya mana?
Elina: man? Jawab donk kita jadi khawatir nih.
Manda: hiks {manda pun melepaskan pelukanya} angga hiks angga.

Arnold dan brayen pun turun karna mendengar tangisan Manda.

Arnold: udah malem kok nangis ada apa sih?
Elsyif: ssssttttt
Syifa: kamu pasti cape, ayo duduk dulu
Brayen: aku ngambilin air dulu ya.

Elina dan syifa pun memapah manda ke sofa dan menyuruh manda untuk duduk.

Arnold: ini ada apa sih?
Syifa: iya ayo ceritain, angga kenapa?
Manda: hiks angga.
Arnold: angga mati?
Elina: arnooolllddd
Arnold: ya kirain
Manda: angga, angga selingkuh!
All: haaah. selingkuh?

Bersambung


PENULIS : AMA


No comments