Cerita Cinta Aku Mencintaimu Bikin Baper Terbaru

Post a Comment
Cerita cinta aku mencintaimu bikin bapercerita cinta


"Dijaaah!"

Aku menoleh kearah pintu yang terdengar diketuk dari luar. Suara Ibu menggema memanggil nama ku.

Yaa..

Namaku adalah Siti Khodijah, Biasa di panggil Dijah. Usia ku 18 tahun, Aku adalah seorang Siswi SMA.

"Iyaaa." sahutku.

"Bantuin ibu jemur baju."

Aku mendesah pelan. Ini adalah hari libur.

Biasanya aku memang membantu ibu menjemur baju.

Ibu ku Aisyah, Seorang janda. mempunyai Usaha Loundry. Hasilnya cukup untuk biaya hidup kami berdua. Yaa, kami memang tinggal berdua.

"Sana Cuci muka."

Aku mengangguk sesekali mengucek mata, karena masih mengantuk.

"Selamaat pagiiii~"

Senyumku terukir saat Mendengar suara Mimin, Ia adalah sahabatku.

"Dijah belum bangun ya?"

Udah, Tuh lagi cuci muka."

Sahut ibu.

Aku segera menghampiri Mimin yang terlihat sudah rapih dengan gaya Sport nya. Hari Ini aku dan Mimin akan berolahraga mengelilingi Kompleks. Mimin sangat Cantik, berbeda denganku yang selalu tampil biasa saja. Terkadang aku heran, kenapa Mimin mau berteman denganku. Hehe padahal teman-teman di sekolah banyak sekali yang ingin berteman dengannya.

Cerita cinta bikin baper

Berawal dari aku yang menolong Mimin saat di kejar anjing. Setelah itu kita menjadi dekat dan bersahabat sampai saat ini. Seperti tak terpisahkan, Mimin selalu saja mengikuti ku. ia bilang, aku adalah pelindungnya.

Keluarga Mimin Kaya Raya, Ia tak kurang suatu apapun. Terkadang aku sedikit minder ketika Main kerumah Mimin. Rumahnya sangat besar seperti Istana.

Namun, Keluarga Mimin sangat baik hati dan tidak sombong. Seringkali mereka mengundang aku dan Ibu kerumahnya hanya Untuk makan malam bersama.

Yaa keluarga Kita sangat dekat layaknya saudara.

"Udah sarapan Min?"

"Belum jah, Gue udah Niat mau sarapan disini."

Aku terkekeh, Mimin sangat lucu menurutku.

Ia sangat menyukai masakan Ibu, ia bilang masakan ibu paling enak sedunia. Memang, masakan ibu tak ada duanya. Itu membuatku sangat suka makan.

"Duduk Min, Ntar bantuin dijah jemur baju hehe."

Aku mengambilkan piring dan menyendok nasi goreng buatan ibu.

"Bibi gak makan?"

Tanya nya.

"Bibi Udah."

Sahut ibu ku. Aku kembali tersenyum kecil.

Persahabatan Aku dan Mimin semoga tak terpisahkan.

"Jangan lupa besok ada guru baru."

"Emang ada guru baru?"

Mimin berdecak, terlihat kesal. Hehe aku memang pelupa.

"Guru Olahraga jah, katanya sih gantiin pak herlan."

"Oh."

Lagi-lagi Mimin terlihat kesal, ia kembali berdecak. Apalagi?

"Denger-denger sih Katanya Ganteng."

"Mana ada guru ganteng, Om-Om berkumis pasti. Gabakalan jauh ya kayak pak herlan."

Aku terkekeh, Mimin sangat berharap di sekolah ada Guru tampan, setampan Oppa-oppa korea.

"Ya makanya do'ain jah! Biar Gue semangat sekolahnyaa!" Mimin memekik kesal, ia melempar bungkusan snack yang ada di tangannya.

Mimin selalu saja mengatakan malas dan bosan berada disekolah. Padahal menurutku sekolah itu menyenangkan. Yaa menyenangkan saat melihat seseorang yang kita sukai berada di dekat kita. Ehehe.

"Yaa yaa, Dijah do'ain semoga besok yang gantiin pak herlan beneran Ganteng. Tapi jangan lebih ganteng dari Mamat."

Plak!

"Yaaakk!" Aku memekik saat kelapaku di jitak. "Sakit! Dasar sukirmin!"

"Lagian ya jah! Bosen gue, Mamat! Mamat! Mamaaat mulu yang lu khayalin!"

"Yagimanadong, dijah maunya Mamat."

"Kenapa gak si Angga? Si Mail? Si Cecep?"

"Dijah Maunya Mamat."

"Dasar lu Bucin!"

Aku hanya terkekeh menanggapi Cibiran Mimin.Mamat, dia adalah sahabatku setelah Mimin. Nama Aslinya Muhammad Rahmat, kami bersahabat sejak masuk Smp sampai sekarang.

Cerita Cinta Dimulai

Mamat tak terlalu tampan, hanya saja sikapnya selalu saja membuat hatiku luluh. Saat SMP Aku seringkali diBully dan di ejek karena bentuk badanku yang bulat dan berisi. Mamat seringkali menolong dan mengantarkan aku pulang.

Mamat tak membedakan aku dengan temannya yang lain. Ia menerima aku apa adanya. Itu membuatku diam-diam menaruh rasa yang sengaja aku sembunyikan. Yaa, aku menyukai Mamat. Hanya Mimin yang tau rahasia ini. 

Pukul 10:10 menit, Aku dan Mimin memutuskan untuk pulang. Di sebuah Gang, kami berpisah sesuai rencana. Rumah Mimin lumayan jauh dari rumahku. Itu mengharuskannya untuk menelpon supir pribadi Untuk datang menjemputnya. Setelah Mimin di jemput, aku memutuskan untuk pulang kerumah. Olahraga itu sangat melelahkan, perutku rasa Kram dan merasa lapar kembali hehe.

Dalam perjalanan pulang, tak sengaja aku bertemu dengan Mamat.

"Dijah? Darimana?"

"Ehm, Dijah abis jogging tadi."

"Sama Mimin? Kok gak keliatan?"

"Mimin udah pulang, di jemput."

"Dijah mau mamat anterin?"

Jangan tanya bagaimana perasaanku saat ini. Tanpa menunggu lama aku segera mengangguk.

Mamat menaiki motornya kemudian memberikan helm padaku dan menyuruhku memakainya. Ini menyenangkan.

Tak lupa, Aku mengeluarkan Ponsel dan membuka aplikasi kamera. Diam-diam aku memvideo-kan punggung mamat dan jalanan yang kita lalui.

Senyumku mengembang, Moment seperti ini memang sayang sekali untuk di lewatkan hehe.

Takut ketahuan, aku segera memasukan kembali ponselku kedalam saku.

Kurang dari 10 menit, sampailah di halaman rumah ibu. Aku segera turun dari motor Mamat saat melihat ibu keluar dari dalam rumah.

"Lho, kamu tadi pergi sama Mimin pulang sama mamat."

"Miminnya tadi di jemput bu, kebetulan ketemu sama mamat jadi di anterin hehe."

Jelasku.

Mamat tersenyum menyalimi Ibu.

"Iya bi, katanya abis olahraga."

"Mampir dulu mat."

"Gak usah jah, mau langsung pulang aja."

Aku mendesah pelan, melirik ibu yang menatapku dengan tatapan menyelidik.

"Hmm, ya udah. Makasih yaa."

"Sama-sama, Assalamu'alaikum."

"Waalaikumsalam."

Mamat melajukan motornya kembali meninggalkan aku dan ibu dalam keheningan.

"Mata kamu bisa copot lama-lama liatin si Mamat!"

Aku terperanjat saat ibu menoyor kepalaku dan masuk kedalam rumah.

Cerita Cinta Bikin Baper

"Iishh ibuu!"
"Sekolah yang bener kamu ya! Jangan pacaran." Omelnya.
"Siapa yang pacaran sih bu!" Dengusku seraya berjalan ke meja makan dan mencari makanan.
"Mau apa kamu kesana?"
Tanya ibu dengan tatapan menyelidik.
"Dijah laper."
"Masyaallah dijah, bukannya tadi udah makan? Bukannya abis olahraga?"
"Makanannya kan di bagi sama Mimin gimanasih ibu, Olahraga itu bikin laper lagiiii." Aku merengek, jika saja tak menemani mimin, aku tak mau berolahraga.
"Anterin baju-baju itu ke rumah bu RT, baru boleh makan."
"Makan dulu ya bu."
"Gabisa!"
"Haaaa ibu kejaaam!"
Teriakku.

Tunggu Cerita Cinta Berikutnya yaa

penulis cerita cinta

Related Posts

Post a Comment